Bisnis Online yg Menggiurkan ialah Peluang Besar Paytren

//Bisnis Online yg Menggiurkan ialah Peluang Besar Paytren

Bisnis Online yg Menggiurkan ialah Peluang Besar Paytren

Belakangan ini, bisnis e-payment Paytren malah diminati masyarakat. Bisnis berbasis tehnologi yg didirikan Ustaz Yusuf Mansur pada 2013 silam ini berhasil jadi lapangan pekerjaan anyar bagi 1,4 juta penduduk di seluruh Indonesia.

Pengamat Ekonomi Syariah IPB, Irfan Syauqi Beik mendukung langkah positif itu. Menurutnya, Paytren mampu menjadi salah satu penemuan bisnis yg berkaitan dengan payment system gate away. Bisnis ini pula mempunyai prospek yg cukup bagus mulai segi kegunaan beserta ekonomi.

” Prospeknya sangat bagus serta ini dimiliki Indonesia asli menjadi perlu diapresiasi. Sistim bisnis yg dikembangkan Ustaz Yusuf Mansur ini mengadopsi MLM dan bukan berbisnis langsung. Ini jadi poin menarik berkat beliau ingin semua keuntungan yg diperoleh dari transaksi bagi penduduk. Menjadi semakin banyak banyak semakin bagus buat didistribusikan pada masyarakat,” terang Irfan melalui sambungan telepon terhadap .

Pria yg juga menjabat selaku Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI) ini mengamati profil Ustaz Yusuf Mansur menciptakan bisnis Paytren semakin menarik. Sambil mengingatkan, Paytren menghadapi tantangan gede supaya dapat menyesuaikan skema bisnis dan prinsip-prinsip ekonomi syariah.

Di dalam hal ini, Irfan menyambut proses pemulihan Paytren yg berupaya mendapatkan sistim sertifikasi halal dari DSN MUI. Serta memenuhi patokan bisnis yg enggak bertentangan dengan syariah Islam sesuai dan peratutran DSN MUI no 75.

” Masyarakat dapat leluasa ngomong syariah di dalam bisnis berjenjang, namun yg wajib jadi sumber acuan ya peraturan no 75 tadi. Aku lihat dari 201 lantas dilaksanakan pemulihan dan DSN MUI pun sempat memberikan kesempatan buat presentasi serta melaksanakan pembahasan-pembahasan yg tak bertentangan dengan fatwa,” imbuhnya.

Sejauh ini, dirinya mengamati produk yg diperjualbelikan oleh Paytren telah cukup jelas, tak berisi riba dengan mempunyai akad yg juga jelas.

” Tersedia unsur keadilan sebab tak boleh membagikan tawaran yg menggiurkan berupa bonus misal gula-gula buat memotivasi. Melainkan malah menjadikan penduduk melupakan hakikat bisnisnya. Kalau nanti di dalam pengembangan bisnisnya ada achivement buat mendapatkan level pendapatan khusus itu dibolehkan,” terang Irfan.

By | 2017-11-22T16:57:41+00:00 November 22nd, 2017|news|0 Comments

Leave A Comment